BeritaAssalam Group

Peringatan Maulid Nabi sebagai Bagian dari Kegiatan Revolusi Mental BNP2TKI

Jakarta, BNP2TKI, Rabu (23/12) --  Sebagai bagian dari kegiatan Revolusi Mental, BNP2TKI menyelenggarakan kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema Meneladani Akhlaq Rasullah SAW Sebagai Bekal Membangun Pribadi Unggul.
 
Sungguh banyak suri tauladan Nabi Muhammad SAW yang dapat kita contoh dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, ujar penceramah KH Zulfa Mustofa, Sekjen Majelis Ulama DKI Jakarta. Penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri Kepala BNP2TKI, para pejabat serta karyawan dilingkungan BNP2TKI.
 
Salah satu diantara suri tauladan itu adalah,Nabi  mendakwahkan kebenaran agama Islam secara bijaksana dengan memperhatikan lawan  bicara, tempat dan waktu. “Dengan cara serupa itu maka pihak lain yakni baik yang beragama Islam maupun bukan, dapat menerima risalah Islam tanpa merasa dipojokkan atau dipermalukan karena disampaikan dengan cara yang baik dan dapat diterima secara etika.
 
Ada tiga kategori kebenaran yakni yang bersifat universal seperti berbuat adil, jujur dan menolong orang. Kebenaran serupa ini dapat diterima siapapun  kendati berbeda agama atau keyakinan, tambah KH Zulfa Mustofa.
 
“Kedua  yaitu kebenaran absolut bagi orang Islam seperti haram memakan babi, puasa dan sholat itu wajib. Kita harus membawakan kebenaran absolut ini dengan memperhitungkan situasi tanpa mengorbankan kebenaran tersebut. Contohnya, kita menolak tawaran meminum anggur dengan cara yang sopan hingga menimbulkan respek.”
 
Ketiga adalah kebenaran ishadiyah yang harus disikapi dengan seksama, terutama di kalangan orang Islam sendiri. Dengan tidak perlu menyalahkan apabila ada sesama muslim yang  memiliki tata cara sholat berbeda, misal tidak bersidekap atau tahiyat sambil menggerak-gerakkan jari telunjuk, lanjutnya.
 
Menurut KH Zufa Mustofa, orang Indonesia mudah mengikuti keteladanan  Rasullah SAW karena sebagaimana dikemukakan penduduk negara lain, orang Indonesia memiliki perilaku, ahlak yang baik Adabnya bagus, rendah hati (tawadhu) serta kuat memegang teguh prinisp-prinsip agama.
 
Sementara itu, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menyatakan  perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Natal merupakan Sunatullah. Makin mendekat atas dasar saling menghomati dan menghargai.
 
Dalam kesempatan itu, Nusron  Wahid menambahkan, para ahli kitab yang terdiri dari kaum Nasrani dan Yahudi  menyambut gembira kelahiran bayi Ahmad sebagaimana yang disebutkan  dalam kitab-kitab suci akan menjadi nabi yang terakhir.
“Di lain pihak, kaum Muslimin berbahagia ketika tentara kerajaan Romawi berhasil mengalahkan kerajaan Persia,” lanjutnya seraya menambahkan, kedua momentum ini selayaknya,  menjadi pengingat kedekatan bagi kedua pihak dalam mengembangkan toleransi kehidupan beragama
 
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan di auditorium gedung BNP2TKI itu dimulai dengan pembacaan sholawat Nabi dan  ayat-ayat suci Al-Quran yakni surah Al Fath ayat 27-29, surah Al Azhab ayat 21-24 dan surah Ali Imron  ayat 164-171.***(Humas)