BeritaAssalam Group

BP3TKI Padang Lakukan Monitoring terhadap Kelompok Usaha TKI Purna di Pesisir Selatan

Padang, BNP2TKI, Rabu (23/12) – BP3TKI Padang melakukan monitoring terhadap kelompok usaha/ paguyuban TKI Purna di Kabupaten Pesisir Selatan pada Selasa, 22 Desember 2015. Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan aktivitas kelompok usaha TKI Purna setelah mendapatkan edukasi. Kelompok Usaha TKI Purna Bunga Tanjung dan Kelompok Usaha TKI Purna Mawar Merah di Kabupaten Pesisir Selatan merupakan kelompok usaha yang dibentuk oleh Seksi Perlindungan BP3TKI Padang melalui Edukasi Pemberdayaan TKI Purna/TKI B/ WNI O dam keluarganya pada 19-24 Oktober 2015. 

“Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui mengenai pekembangan dan aktivitas dari kelompok yang telah dibentuk saat melakukan edukasi pemberdayaan bulan Oktober lalu”, ucap Kepala BP3TKI Padang, Harris Nainggolan.
 
Monitoring dilakukan dengan cara mengunjungi Kelompok Usaha TKI Purna ke lokasi usaha mereka. Dari hasil monitoring diketahui bahwa kelompok Usaha TKI Purna Bunga Tanjung masih tetap jalan dan beraktif untuk membuat usaha bersama. Sedangkan kelompok TKI Purna Mawar Merah tidak aktif, pertemuan anggota berjalan namun usaha tidak berjalan sebaik TKI Purna Bunga Tanjung.
 
“Dengan dilakukannya monitoring langsung ke lapangan, kita BP3TKI Padang dapat melihat langsung bagaimana kegiatan kelompok dan perkembangan mereka. Sangat disayangkan memang hanya satu kelompok yang masih tetap berjalan, namun kelompok ini saya harapkan tetap aktif dan semangat. Apalagi BP3TKI Padang akan mengusahakan adanya bantuan modal, “ Ungkap Kasi Perlindungan BP3TKI Padang, Effendy Manurung saat menemui TKI Purna tersebut.
 
Usaha pisang sale dan kripik pisang dilakukan oleh Kelompok Usaha TKI Purna Bunga Tanjung dalam skala kecil sehingga produksi terbatas. Kelompok Usaha TKI Purna Bunga Tanjung juga melakukan usaha lain tidak hanya pisang sale dan kripik pisang. Pertemuan anggota dilakukan seminggu sekali, sedangkan pertemuan untuk mengumpulkan modal produksi pisang dilakukan tiga hari sekali.
 
“Kami melihat usaha pisang sale ini bagus, dan setiap minggunya selalu habis, hari ini saja tidak ada sisa. Kami pun membuat logo untuk pisang salenya dengan nama TKI Purna. Kami berharap adanya bantuan modal untuk dapat mengembangkan usaha kami nantinya. Mengingat modal pembuatan pisang sale dilakukan secara patungan sehingga masih dapat dikatakan kecil, “ ucap Masnidar, ketua Kelompok Usaha TKI Purna Bunga Tanjung.***(Humas/BP3TKI Padang/ dba)