BeritaAssalam Group

BP3TKI Jakarta Adakan Edukasi Pemberdayaan Bagi TKI Purna/ TKI-B/ WNI-O dan Keluarga

Jakarta, BNP2TKI, Senin (21/12) – Pemerintah saat ini tengah gencar dalam memulangkan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri melalui program Indonesia Memanggil.  Kebijakan Indonesia Memanggil ini bertujuan untuk memulangkan TKI bermasalah (TKI-B) dan WNI Overstay (WNI-O) kembali ke Tanah Air. Guna mendukung program Indonesia Memanggil Tersebut,  BP3TKI Jakarta melalui seksi Perlindungan dan Pemberdayaan menyelenggarakan kegiatan edukasi pemberdayaan bagi TKI di Puri Ayuda Resort, Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi serta pembinaan bagi TKI agar dapat mengelola penghasilan yang mereka peroleh dari hasil kerja selama bekerja di luar negeri.

“Kami ingin agar para peserta sekalian mampu memanfaatkan hasil kerjanya selama ini untuk hal-hal yang lebih produktif, salah satunya berwirausaha”, ujar Kepala BP3TKI Jakarta A. Gatot Hermawan saat membuka kegiatan edukasi tersebut pada hari Rabu (16/12).
Dalam pembukaannya, Kepala BP3TKI Jakarta A. Gatot Hermawan juga mengatakan bahwa pemerintah siap membantu serta memfasilitasi keinginan dari peserta yang hadir dalam kegiatan edukasi ini untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri saat berwirausaha, seperti menyediakan berbagai akses kemudahan untuk berwirausaha.

Kegiatan edukasi pemberdayaan yang bertemakan “Pemberdayaan Terintegrasi Melalui Edukasi Pemberdayaan Kita Tingkatkan Inovasi dan Kreatifitas TKI Purna/TKI-B/WNI-O dan Keluarga Angkatan IV APBNP Tahun 2015” ini dihadiri oleh 25 TKI yang berasal dari wilayah Jakarta.

Selama 6 (enam) hari dari tanggal 16-21 Desember 2015 para peserta akan mendapatkan bimbingan dalam pengelolaan keuangan dan motivasi untuk berwirausaha dari kegiatan edukasi pemberdayaan ini. Tidak hanya mendapatkan materi berupa teori, peserta edukasi pemberdayaan ini nantinya akan diajarkan mengenai praktek membuat kacang umpet, sate bandeng, abon lele, kerupuk montel, getas beras, hingga mengolah kulit singkong menjadi keripik. Keripik kulit singkong ini merupakan penganan olahan dari kulit singkong yang memiliki karbohidrat tinggi dan ternyata juga memiliki nilai jual tinggi karena keunikannya serta rasanya yang gurih.

Turut hadir sebagai narasumber yang memberikan materi bagi peserta edukasi yang terdiri dari berbagai instansi seperti Deputi Perlindungan BNP2TKI Lisna Y. Poeloengan, Direktur Pemberdayan BNP2TKI Arini Rahyuwati, Kepala Seksi Industri Suku Dinas Perindustrian dan Energi wilayah Jakarta Utara Budiyanto, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta Jackson Dianrus Sitorus, serta tenaga profesional yang akan mengajarkan praktek tata boga.*** (Humas-BP3TKI Jakarta/dr)