BeritaAssalam Group

Perusahaan Taiwan Serahkan Asuransi Kematian TKI Khamid Fauzi Sebesar NT$ 800.000

Surabaya, BNP2TKI, Senin (19/09/2016) - Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya memfasilitasi penyerahan klaim asuransi kematian TKI Khamid Fauzi (30 tahun) yang ketigakalinya. Asuransi kematian sebesar NT$ 800.000 berupa cek setara Rp 329.218.107 - dari Leu Hsiang Fa Enterpusi Co. Ltd (Wong Kuo Ching) tempat TKI Khamid Fauzi bekerja di Taiwan - ini diserahterimakan Budidjaja Sidarahardja, Direktur Utama PT Surya Pasific Jaya, kepada Machali dan Siti Maesaroh, kedua orangtua almarhum Khamid Fauzi, dengan diketahui Kepala LP3TKI Surabaya Tjipto Utomo di Kantor LP3TKI Jalan Raya Jemursari 99 Wonocolo, Kota Surabaya, Senin siang (19/09/2016). 

Khamid Fauzi adalah, TKI asal Dusun Ngampel RT 02/RW 07 Desa Panunggalan, Kecamatan Pulo Kulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ia bekerja di Leu Hsiang Fa Enterpusi Co. Ltd (Wong Kuo Ching) yang berlokasi di No. 25 Gun 9 th Rd Lin Hou Dist New Taipei, Taiwan. Pemilik Paspor AS 464185 ini berangkat bekerja ke Taiwan melalui perusahaan jasa Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) PT Surya Pasific Jaya - Jalan HRM Mangundiprojo 556 Buduran, Kabupaten Sidoarjo - pada tanggal 22 September 2013. Khamid Fauzi meninggal karena kecelakaan kerja di Taiwan pada tanggal 05 Mei 2015.

Turut hadir menjadi saksi penyerahan klaim asuransi kematian Khamid Fauzi yang ketigakalinya ini adalah Darwati, Kepala Kantor Cabang PT Surya Pasific Jaya Kabupaten Grobogan, dan Tri Cahyadi, Kepala Dusun Ngampel Desa Panunggalan.  

Di depan Kepala LP3TKI Surabaya, Budidjaja Sidarahardja mengutarakan mengenai kronologi dan langkah-langkah yang dilakukan PT Surya Pasific Jaya terkait kematian Khamid Fauzi. Dia sampaikan, berita kematian TKI Khamid Fauzi diterima PT Surya Pasific Jaya pada 06 Mei 2015 sekitar pukul 08:15 WIB. Sedangkan mengenai pemulangan jenazahnya dari Taiwan ke tanah air dan kemudian diserahterimakan kepada keluarganya di Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (23 Mei 2015).

Klaim asuransi kematian TKI Khamid Fauzi yang diserahterimakan kepada Machali dan Siti Maesroh ini terjadi dalam tigakali. Pertama, klaim asuransi kematian dari Konsorsium Asuransi TKI Astindo sebesar Rp 80.000.000 pada tanggal 22 Juni 2015. Kedua, klaim asuransi kematian dari atas nama Pemerintah Taiwan sebesar NT$ 948.254 atau setara Rp 374.803.952,57 pada tanggal 30 Mei 2016. Ketiga, klaim asuransi kematian dari perusahaan tempat TKI Khamid Fauzi bekerja sebesar NT$ 800.000 berupa cek setara Rp 329.218.107 pada tanggal 19 September 2016.  

Tjipto Utomo mengatakan, terkait klaim asuransi kematian TKI Khamid Fauzi ini terbilang "istimewa." Pasalnya, barukali ini didapatkan pencairan klaim asuransi kematian sampai terjadi tigakali. "Selama melakukan fasilitasi pelayanan TKI, ya barukali ini saya mendapatkan adanya pencairan klaim asuransi kematian sampai tigakali," kata Tjipto.

Sebab itu, Tjipto lalu berpesan kepada Tri Cahyadi selaku Kepala Dusun Ngampel, supaya dapat mengambil pelajaran berharga dari kejadian yang dialami warganya, TKI Khamid Fauzi. Dia katakan, agar Kepala Dusun selaku "ujung tombak"warga masyarakat, kiranya dapat mensosialisasikan kepada warganya yang hendak menjadi TKI bekerja ke luar negeri agar melalui perusahaan jasa PPTKIS yang benar. 

"Bila TKI berangkat bekerja ke luar negeri dengan mengkuti prosedur dan menkanisme penempatan yang benar, yakni melalui PPTKIS yang benar (seperti PT Surya Pasific Jaya - red.), jika TKI bersangkutan menemui masalah atau bahkan meninggal dunia, tentu yang terkait dengan gaji dan hak-hak TKI lainnya seperti asuransinya akan diurus dengan benar," kata Tjipto. 

Kemudian kepada Machali dan Siti Maesaroh, Tjipto berpesan, setelah diterimanya klaim asuransi kematian Khamid Fauzi ini, agar kiranya dapat digunakan yang membawa manfaat buat keluarga. Usahakan disisihkan sebagian untuk shadaqah jariyah almarhum. Sehingga dari shadaqah jariyah itu, dapat membahagiakan almarhum di alam baqa.***(Humas – IB/LP3TKI Surabaya)